Mengulik kembali proses pembuatan makalah call for papper analisis semiotika pada iklan sosis sonice
Seperti
biasa tugas seorang mahasiswa aktif di stisipol candradimuka adalah membuat
tugas dan melaksanakan ujian akhir semester, tak terasa udah di penghujung
semester 6 nih, ingin mengulik kembali bagaimana ketika ibu nita memilih salah
satu judul call for papper yang berjudul analisis semiotika pada iklan sosis
sonice di televisi, pada tanggal 29 april lalu, ibu nita selaku dosen pengampu
mata kuliah metode penelitian komunikasi kualitatif membagikan pengumuman di
google classroom, yaitu pemberitahuan bahwa telah menentukan judul makalah call
for papper, ada 4 judul salah satunya saya terpilih membuat judul analisis
semiotika banyak sekali teman-teman saya yang ingin mendapatkan judul analisis
semiotika namun banyak juga teman- teman yang seberuntung saya karena mendapatkan
judul analisis semiotika karena di kenal dengan cukup mudah.
Kemudian untuk mencari referensi dalam menyelesaikan
tugas tersebut, saya banyak membaca di internet dengan judul semiotika yang
sedikit sama, namun tetap saja banyak teori yang di gunakan dalam memilih teori
yang sesuai dengan apa yang kita bahas dalam menganalisis sebuah iklan yang
sering kita lihat di televisi. Iklan adalah suatu
proses komunikasi massa yang melibatkan sponsor tertentu, yaitu si pemasang
iklan (pengiklan), yang membayar jasa sebuah media massa atas penyiaran
iklannya. Periklanan dapat juga di anggap sebagai sebuah institusi sosial,
sebab banyak lembaga kemasyarakatan yang terlibat dalam proses pembuatan dan
penyajian iklannya. Sedangkan Semiotika
adalah suatu disiplin ilmu dan metode analisis untuk mengkaji tanda-tanda yang
terdapat pada suatu objek untuk diketahui makna yang terkandung dalam objek
tersebut. Nama lain semiotika adalah
semiology. Keduanya memiliki arti yang sama, yaitu sebagai ilmu tentang tanda. Pada
penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian analisis semiotika.
Secara etimologis, istilah semiotika berasal dari kata Yunani “Semelon” yang
bersrti tanda. Tanda itu sendiri disefinisikan sebagai suatu yang berdasarkan
kenvensi sosial yang terbangun sebelumnya dapat dianggap mewakili sesuatu yang
lain. Tanda pada awalnya dimaknai sebagai suatu hal yang menunjuk pada adanya
hal lain.Secara terminologis, semiotika dapat didefinisikan sebagai ilmu yang
mempelajari sederetan luas objek-objek, peristiwa-peristiwa,seluruh kebudayaan
sebagai tanda. Pada dasarnya, analisis semiotika memang merupakan sebuah ikhtiar
untuk merasakan sesuatu yang aneh, sesuatu yang perlu di pertanyakan lebih
lanjut ketika membaca teks atau narasi / wacana tertentu. Analisisnya bersifat
paradigmatig dalam arti berupaya menemukan makna termasuk dari hal-hal yang
tersembunyi dibalik semua teks. Selain membaca referensi di internet saya juga
membaca buku Pujileksono, Sugeng. (2015) Metode penelitian komunikasi
kualitatif. Malang : intrans publishing, buku yang banyak mengandung metode dan
penjelasan bagaimana teori yang terkandung di dalamnya. Buku
ini memperkenalkan dengan
berbagai jenis penelitian disertai dengan pemetaannya dari aspek paradigma,
pendekatan, jenis, tradisi dan sifat penelitian komunikasi. Bagian berikutnya
menjelaskan perspektif metode dan teori komunikasi dalam penerapan penelitian
komunikasi. Empat teknik dasar penelitian yang terdiri dari teknik penentuan
sampel, teknik pengumpulan data kulitatif, teknik uju kehandalan data
kualitatif dan teknik analisa data kualitatif ditampilkan secara berurutan
sebagaimana layaknya tahapan penelitian. Penjelasan keempat teknik penelitian
disertai dengan contoh-contoh prkatis.
Dalam membuat tugas ini tidak
mudah bagi saya, walaupun semiotika di kenal mudah menurut teman saya, tapi
dalam membuat tugas ini menjadikan saya lebih banyak membaca dan memahami teori
dalam menentukan denotasi dan konotasi dalam iklan sosis sonice tersebut,
menjadikan buku dalam menyelesaikan metode penelitian ini, dan mencari sumber
data iklan yang ada di televisi, pengumpulan data dengan menganalisis isi iklan
tersebut dengan adegan dan juga backsound yang di gunakan untuk menarik
perhatian calon konsumen.
untungnya dalam mencari narasumber sangatlah mudah bagi saya, karena di daerah rumah saya banyak anak-anak yang selalu aktif bermain, jadi saya bisa menanyakan dengan santai bagaimana ketika ia menonton iklan tersebut, dan dugaan saya benar karena banyak anak-anak yang hafal lagu dari iklan tersebut dan langsung menirukan gerakanya sambil tertawa, menurut fira sosis sonice enak dan makanan sehat dan juga iklan sosis sonice selalu terngiang di kepalanya karena lagunya asik rasanya ingin ikut joget, tak hanya fira saja, adiknya yang ber umur 3 tahun sangat suka apabila terdengar lagu dari iklan tersebut dan ikut berjoget. Dalam iklan sosis sonice yang tayang di televisi menggunakan nada dari lagu yang berjudul bunga – Thomas Arya, iklan tersebut ramai di sukai anak-anak maupun orang dewasa, karena dengan musik yang asik dan juga di tambah dengan gerakan orang berjoget ramai- ramai, terdapat humor yang cukup unik. Iklan tersebut termasuk iklan yang lucu dan kreatif untuk sebuah iklan makanan.
Kesimpulan dari hasil penelitian analisis semiotika pada iklan sosis sonice di televisi tahun 2021 adalah Kesimpulan yang di dapat dari isi iklan tersebut seorang laki-laki menggunakan hoodie kuning terlihat kumal dan kusam, namun setelah makan sosis sonice penampilannya berubah menjadi tampan, begitu pula orang di sekelilingnya yang ikut menjadi senang setelah melihat laki-laki ber hoodie kuning berjoget sambil memegang sosis. Pada iklan sosis sonice ini sangat menarik dan tidak membosankan apabila melihat iklannya, dengan pengaturan lagu yang menarik dan enak di dengar, juga bantuan perubahan mood seseorang yang berubah setelah makan sosis sonice.
Saya berterimakasih kepada ibu
Sumarni Bayu Anita, S.Sos,M.A dalam memberikan salah satu tugas yang bisa
menjadikan saya banyak membaca dan memahami dalam membaca beberapa jurnal
skripsi dan buku metode penelitian.
maaf jika tidak ada foto, karena sudah saya coba melalui hp dan laptop tapi foto tidak bisa tampil
Bagus cara berceritanya, sayang tidak ada fotonya
BalasHapus