CARA KREATIF BELAJAR SINEMATOGRAFI DI RUMAH SAAT COVID 19

CARA KREATIF BELAJAR SINEMATOGRAFI DI RUMAH SAAT COVID 19

Sinematografi sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).
Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena, objeknya sama maka peralatannya pun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar.
Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage).
Sejak adanya covid 19 maka seluruh pelajar dan mahasiswa di suruh untuk belajar di rumah, dan kali ini saya akan membuat artikel untuk teman-teman untuk lebih mudah memahami film melalui buku.

Buku yang kali ini saya baca adalah buku dari HIMAWAN PRASTISTA edisi 2 yang berjudul MEMAHAMI FILM


yang pertama saya membaca buku ini di bagian genre dan saya lebih suka bagian editing, suara audio yang khas
saya sangat suka menonton film yang ber genre drama dan horor, karena saya suka sesuatu yang baper-baper
terutama audio di film horor yang terngiang-ngiang di telinga saya.

lebih tepatnya setelah membaca buku memahami film, saya langsung mencari film gratis yang ada di iflix dan saya mencari point penting yang terdapat dalam buku seperti bahasa sinematik.

menurut saya lebih mudah membaca buku dan langsung menonton, karena langsung tau pointnya
Sebuah film bagi kebanyakan orang hanya dianggap sebagai tontonan yang menghibur. Namun, film ternyata memiliki kemampuan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa visual dan audio yang khas, yakni bahasa sinematik. Film tidak hanya berbicara masalah jenis, genre, dan tema film, namun juga bagaimana cerita dikemas dengan segala aspek sinematiknya, yakni mise-en-scene, sinematografi, editing, serta suara. Bahasa sinematik yang demikian variatif menjadi pilihan bagi sineas untuk berkarya. Untuk bisa memahami film secara utuh, tentunya harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang bahasa sinematik.
Buku Memahami Film Edisi Kedua ini merupakan pengembangan sekaligus pembaruan dari isi buku Memahami Film Edisi Pertama. Tebal buku edisi kedua ini hampir 2x buku edisi pertama. Buku edisi kedua ini menggunakan contoh-contoh kasus baru, lebih dari 500 judul film untuk memudahkan pemahaman pembaca terhadap bahasa sinematik. Empat bab baru hadir dalam buku ini, yakni tentang opening dan ending creditstribute/homagefilm franchise, hingga sejarah film dunia. Semua ini akan melengkapi pengetahuan dan pemahaman pembaca terhadap film. Semua bahasan disajikan ringan dengan contoh film-film populer masa kini.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Skripsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka dengan Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Periode Tahun 2015-2020 Keren Menurut Anggun Nur Andini Bratama

Marketing PR&MICE

Etika PR