Etiket&Kepribadian

Hasil gambar untuk ETIKET PR
 ETIKET


Kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dalam pergaulan formal. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan.

Pengertian etiket menurut pendapat ahli yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Pendapat lain berkaitan dengan etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan.

Terkait dengan etiket dari seorang public relations, saya menyimpulkan bahwa sebagai pekerja professional, seorang PR harus menjaga sikapnya berdasarkan kode etik yang berlaku di perusahaan tempat dia bekerja.

   Ada beberapa perbedaan yang sangat penting antara etika dan etiket. Bertens (2004: 8-11) menyajikan beberapa perbandingan yang diringkas dan dipertegas sebagai berikut :

·         Etiket menunjukkan cara (yang dianggap tepat dan diterima) suatu tindakan yang harus dilakukan manusia dalam suatu kalangan tertentu

·         Etiket hanya berlaku jika ada orang atau pihak lain yang menyaksikan suatu tindakan.

·         Etiket bersifat relatif. Etiket sangat tergantung pada anggapan kalangan atau budaya yang memberlakukan etiket.

Sebagai contoh, di bawah ini adalah kode etik praktisi humas (public relations) yang saya rangkum dari data APPRI, Perhumas, dan IPRA, yaitu meliputi :
1.      Code of Conduct – etika perilaku sehari-hari terhadap integritas pribadi, klien, media dan umum, serta perilaku terhadap rekan seprofesi.
2.      Code of profession – etika dalam melaksanakan tugas/profesi humas.
3.      Code of publication – etika dalam kegiatan proses dan teknis publikasi.
4.      Code of enterprise —menyangkut aspek peraturan pemerintah seperti hukum perizinan dan usaha, hak cipta, merk, dll.

Hasil gambar untuk ETIKA PR 
Etika Berbusana

1.      Mempergunakan busana yang tidak melanggar aturan, norma, kepatutan dalam lingkungan dimana kita berada. (di kampus jangan mempergunakan pakaian yang terbuka/terlihat aurat atau anggota tubuh yang seharusnya ditutupi).

2.      Bisa mengikuti mode, tapi tetap harus sesuai acara, sesuai waktu, sesuai tempat

3.      Hindari menggunakan pakaian yang terlalu mencolok atau menarik perhatian orang, terutama di tempat umum

4.      Hindari busana yang membuat anda sulit bergerak/melangkah

5.      Hindari aksesoris yang menimbulkan bunyi-bunyi waktu anda bergerak

6.      Hindari aksesoris yang menimbulkan bunyi-bunyi dan yang mudah tersangkut, karena anda akan hilir mudik dipanggung dan belakang panggung serta berdekatan dan bergesekan dengan orang lain.

7.      Hindari sepatu yang tidak nyaman dan bersuara keras waktu melangkah

8.      Pastikan busana anda sudah rapih, jangan membetulkan/ merapihkan sembarangan.



                                                               Etika dalam Percakapan

Percakapan merupakan unsur penting dalam hubungan sesama manusia, nilai suatu percakapan akan mempengaruhi suasana dan kelanjutan dari suatu hubungan. Dalam menciptakan suatu percakapan yang menyenangkan diperlukan seni tersendiri dan hal inipun memerlukan etika tersendiri.



                                Sikap Pokok Yang Harus Dimiliki Pada Saat Berbicara

1.      Mutual Respect (Saling Menghargai)

2.      Speak Up (Berbicara Dengan Terang Dan Jelas)

3.      Careful Listening (Mendengar Dengan Sungguh-Sungguh)

4.      Communication Ability (Kemampuan Berkomunikasi)

5.      Positive Thinking (Berpikir Positif)



                                      Sikap pada waktu bicara hendaknya sopan:

1.      Jangan sambil mengunyah permen karet

2.      Jangan menggaruk-garuk badan atau kepala

3.      Jangan bertolak pinggang atau tangan disaku

4.      Jangan tetap duduk jika seseorang datang mengajak kita berbicara, sedangkan orang itu tetap berdiri (tentu tergantung siapa orangnya).

5.      Tataplah wajah lawan bicara kita

6.      Janganlah berbicara dengan rokok dimulut

7.      Bila sedang duduk dengan sikap yang santai sekali, dan seorang yang lebih tua datang, duduk disebelah kita dan mengajak bicara, hendaknya sikap duduk diperbaiki.

8.      Jangan terus menerus bicara sehingga tidak memberi kesempatan pada orang lain.





                Apabila berbicara dengan orang lain, yang harus diperhatikan ialah:

1.      Volume suara, keras atau lembut disesuaikan dengan situasi

2.      Kecepatan berbicara

3.      Tinggi rendahnya nada suara, jangan cempreng atau melengking

4.      Nada suara hendaknya mengandung keramahan

5.      Pilihlah kata yang sopan



                                   Dalam melakukan pembicaraan (conversation):

1.      Jika baru berkenalan jangan membicarakan agama, politik atau hal-hal yang sifatnya sangat pribadi.

2.      Jangan memonopoli pembicaraan

3.      Bila ingin mengundurkan diri, carilah alasan yang dapat diterima

4.      Jangan terlalu memperhatikan apa yang dikenakan oleh lawan bicara kita

5.      Ucapkanlah kata-kata dengan jelas dan terang, bila kita kurang menangkap apa yang dikatakan oleh lawan bicara kita jangan menggunakan hata “ha” atau “apa” melainkan gunakan maaf…..bisa diulang atau dibantu.



                      Cara dan gaya bahasa berbicara dengan baik antara lain:

1.      Berbicara cukup perlahan

2.      Tidak terlalu keras dan tidak terlalu lemah

3.      Berbicara bersemangat

4.      Berbicara ada tekanan tertentu



                                              Seseorang menjadi pendengar yang efektif:

1.      Berhentilah bicara karena seseorang tidak akan dapat mendengarkan dengan baik pada waktu ia bicara

2.      Timbulnya suasana yang memungkinkan orang yang berbicara melakukannya dalam suasana bebas tanpa diliputi oleh rasa takut.

3.      Tunjukkan kepada orang yang sedang bicara bahwa anda ingin mendengarkan hal-hal yang ingin disampaikannya.

4.      Tumbuhnya rasa empati

5.      Bersikap sabar-jangan melakukan interupsi dalam bentuk apapun

6.      Pendengar hendaknya jangan emosional

7.      Pendengar sebaiknya mengajukan pertanyaan, misalnya untuk kejelasan yang sekaligus berarti ia adalaah seorang pendnegar yang betul-betul menaruh minat pada hal yang sedang dibicarakan


 SUMBER

 http://belajarkomunikasilagi.blogspot.com/2012/11/etika-pr-manfaat-etika-dan-etiket.html
https://romeltea.com/kode-etik-humas-etika-profesi-public-relations/








Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Skripsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka dengan Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Periode Tahun 2015-2020 Keren Menurut Anggun Nur Andini Bratama

Marketing PR&MICE

Etika PR